Retinoblastoma

Retinoblastoma merupakan keganasan pada anak normor 7 di US dengan insiden sekitar 1/20.000 dan merupakan keganasan yang rutin di skrining di masyarakat US. Committee on Practice and Ambulantory Medicine of American Academiy of Pediatrics merekomendasikan pemeriksaan mata pada semua kunjungan bayi dan anak sehat sejak periode baru lahir. Refleks merah mata dianjurkan pada usia 3 , 6 bulan, 1 , 3 , 5 dan lebih 5 tahun. Ditemukannya leukokoria merupakan indikasi untuk merujuk pasien . Pemeriksaan strabismus juga perlu dilakukan pada anak sehat. Daribeberapa studi didapatkan tanda awal berupa leukokoria ( 54%) dan strabismus (19%), sebagian besar ditemukan oleh keluarga (92%) hanya 2 % oleh dokter anak.
Leukokoria merupakan tanda penting dalam menentukan kelainan retinoblastoma. Bola mata bisa dipertahankan jika terdapat strabismus dibandingkan dengan leukokoria, tapi harapan hidup 5 tahun masih buruk ( 83%).
Bagi tenaga kesehatan, riwayat retinoblastoma pada keluarga merupakan indikasi pemeriksaan mata sejak lahir dan harus dilaksanakan secara rutin paling sedikit sampai usia 28 bulan.
Hal penting yang harus diketahui adalah mendeteksi adanya leukokoria melalui pemeriksaan refleks merah mata , sehingga tenaga kesehatan harus bisa melaksanakan tes ini dengan benar dan segera melakukan rujukan jika ditemukan leukokoria atau hasil yang tidak normal

Retinoblastoma merupakan tumor ganas pada retina yang timbul pada masa anak-anak. Diperkirakan 5000-8000 kasus baru diseluruh dunia dengan paling sedikit 50% terdapat tanda/ gejala ekstra okuler; proptosis, lemah atau nyeri tulang dari penyebaran hematogen, kejang, letargi atau perubahan mental karena gangguan saraf pusat. Retinoblastoma yang menyebar memperburuk angka harapan hidup pasien .
Tanda dan gejala retinoblastoma intraokuler antaralain leukokoria ( 50-60%), strabismus (20-25%) dan tanda peradangan ,mata merah atau pseudo selulitis ( 6-10%). Walaupun telah banyak dipublikasikan mengenai tanda dan gejala retinoblastoma, tapi belum ada studi yang membandingkan gejala tersebut dengan harapan hidup pasien.
Mengetahui leukokoria merupakan hal yang penting pada skrining retinoblastoma, yaitu dengan menggunakan tes refleks merah mata .