Manfaat Seledri untuk Menurunkan Kolesterol


Kolesterol Bu Rianingsih yang semula 270 mg/dl, menjadi normal hanya dalam tempo dua bulan setelah rajin minum air rebusan akar tanaman itu.Kelebihan kolesterol sangat tidak diinginkan oleh setiap orang yang ingin menjaga kesehatan. Demikian pula yang dialami Rianingsih (56), ibu rumah tangga dari Kreo, Ciledug, Tangerang. Dari pemeriksaan medis berkala Januari lalu, kadar kolesterol darahnya mencapai 270 mg/dl.

Dokter menganjurkan dia menurunkan kolesterol hingga di bawah 200 mg/dl.

Sayangnya, beberapa obat antikolesterol yang diasupnya tak cepat menununkan kolesterol hingga batas normal yang dianjurkan. Tak mustahil karena Rianingsih doyan makanan sarat lemak dan kudapan berkarbohidrat tinggi. Selain itu, ia jarang berolahraga.

Beruntung, saat menghadiri arisan ibu-ibu di tempat tinggalnya, ia memperoleh informasi agar mengonsumsi rebusan akar seledri. Hasilnya, setelah dua bulan minum rebusan seledri dan tetap mengasup obat antikolesterol, kadar kolesterol darahnya turun pada batas normal yang diharapkan.

Kelebihan kolesterol atau hiperkolesterolemia dapat diatasi dengan konsumsi bahan alami, seperti seledri, bawang putih, bawang prei, atau temulawak. Namun, kolesterol tertentu juga merupakan zat yang berguna untuk menjalankan fungsi tubuh.

Dr. Yulia, tenaga medis di Puskesmas Ciledug, Tangerang, menguraikan bahwa kolesterol berasal dari lemak yang menghasilkan 9 kalori. Bandingkan dengan karbohidrat dari tepung dan gula yang hanya menghasilkan 4 kalori.

Selain untuk proses metabolisme, kolesterol berguna membungkus jaringan saraf, melapisi selaput sel, dan sebagai pelarut vitamin. Pada anak-anak, kolesterol dibutuhkan untuk mengembangkan jaringan otak. Kolesterol diperoleh dari makanan yang berasal dari hewan, seperti otak, jeroan, daging, dan kulit ayam.

Mengandung Asparagin

* Tanaman seledri sebagai salah satu bahan antikolesterol tinggi berasal dari daerah subtropis Eropa dan Asia.

Tanaman bernama Latin Apium graveolens ini merupakan tumbuhan dataran tinggi, yang ditemukan pada ketinggian 900 m di atas permukaan laut. Tanaman ini juga mampu tumbuh di dataran rendah, meski ukuran batangnya menjadi lebih kecil.

Tanaman yang tumbuh tegak, dengan tinggi sekitar 50 cm ini mempunyai bau yang khas. Batangnya bersegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, dan berwarna hijau pucat.

Dr. Setiawan Dalimartha, anggota SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI Jakarta, memaparkan daun seledri yang biasa dipakai sebagai penyedap sup, akarnya berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik), buah atau bijinya sebagai pereda kejang (antispasmodik), menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing, peluruh kentut (karminatif), afrodisiak, dan penenang (sedatif).

Sementara itu, Drs. Sudjaswadi Wiryowidagdo, mantan Kepala Sub Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, Departemen Kesehatan RI, menyatakan bahwa seledri mengandung flavonoid, saponin, tanin 1 persen, minyak atsiri 0,033 persen, flavoglukosida, apigenin, kolin, lipase, asparagines, zat pahit, serta vitamin A, B, dan C.

Setiap 100 gram daun seledri mengandung air sebanyak 93 ml, protein 0,9 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 4 gram, serat 0,9 gram, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, iodium 150 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 1U, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg, dan nikotinamid 0,4 mg. Akarnya mengandung asparagin, zat pati, lendir, minyak atsiri, pentosan, glutamine, dan tirosin. Bijinya mengandung aplin, minyak menguap, api genin, dan alkaloid.

Hasil penelitian di tahun 1988, menurut Dr. Setiawan, infus daun seledri dengan kadar 10 persen sebanyak 5 ml/kg bb akan memberikan efek penurunan kadar asam urat darah kera secara nyata jika dibandingkan dengan pemberian probenecid 20 mg/kg bb pada 3, 4, 5, dan 6 jam pemberian.

Penelitian lain yang dilakukan di FMIPA Universitas Hasanudin, Makasar, Sulawesi Selatan, tahun 1985, pemberian ekstrak seledri dengan cara peras menunjukkan penurunan tekanan darah kucing. Alkaloid yang terkandung dalam biji seledri mempunyak efek sedatif dan antikonvulsan pada tikus. MinyƤk menguap pada biji tanaman ini dapat menghambat perkembangan jamur, seperti Histoplasma capsulatum dan Candida albicans.

Tambah Serat

* Dr. Yulia mengingatkan langkah mencegah kolesterol tinggi tetap yang paling baik.

Beberapa patokan sederhana untuk mencegah hiperkolesterolemia di antaranya menambah kadar serat dengan makan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Pilih produk daging putih atau ikan, singkirkan kulitnya sebelum memasak ayam. Makan dalam porsi sedang. Idealnya, lakukan penurunan bobot badan dengan berolahraga.

Sebagai informasi, Dr. Setiawan menerangkan beberapa pemakaian seledri untuk pengobatan.

* Untuk obat yang diminum: 30-40 lembar daun seledri direbus; lalu air rebusannya diminum.
* Cara lain: 1,3-3,9 gram biji seledri direbus dalam api kecil selama 3 jam, lalu airnya diminum.

Untuk pemakaian luar, giling daun segar hingga halus, lalu borehkan pada bisul atau bagian tubuh yang meradang.