HASRAT INGIN TAHU MANUSIA

HASRAT INGIN TAHU MANUSIA

A. HASRAT INGIN TAHU MANUSIA

Manusia senantiasa berusaha mencari kesempurnaan dan kebenaran, didorong oleh hasrat ingin tahunya yang selalu ada dan tidak pernah padam. Dengan melalui berbagai penelitian banyak rahasia tersingkap sudah. Pengetahuan orang semakin luas. Ilmu pengetahuan sebenarnya merupakan kumpulan pengalaman dan pengetahuan sejumlah orang yang dipadukan secara harmonis dalam suatu bangunan yang teratur, dan kebenarannya sudah teruji. Maka ilmu pengetahuan mempunyai nilai umum yang dapat dipergunakan menghadapi kehidupan sehari-hari.

Untuk mencari kebenaran dapat ditempuh dengan cara yaitu :

1. Penemuan secara kebetulan.

2. Trial and Error.

3. Otoritas/kewibawaan

4. Pemecahan cara spekulasi

5. Dengan berfikir kritis atau berdasarkan pengalaman.

6. Metode penyelidikan ilmiah.

Penyelidikan adalah penyaluran hasrat ingin tahu dalam hal keilmuan. Orang yakin bahwa ada sebab bagi akibat setiap gejala yang tampak dapat dicari penjelasannya secara ilmiah. Penyelidik baersikap obyektif, sebab kesimpulan hanya akan ditarik kalau dilandasi dengan bukti-bukti yang meyakinkan dan dikumpulkan melalui prosedur yang sistematis, jelas dan dikontrol. Sejalan dengan pendapat di atas, Prof. Dr. Sutrisno Hadi M.A mengutip pendapat Rummel yang menggolongkan taraf-taraf perkembangan metodologi research atas 4 periode :

1. Periode trial and Error

Orang berusaha mencoba dan mencoba lagi sampai diperoleh suatu pemecahan yang memuaskan. Tata kerja dan cara-cara pemecahan masih dicari-cari sambil berjalan.

2. Periode authority and tradition.

Pendapat para pemimpin dijadikan doktrin yang harus diikuti tanpa suatu kritik-the master always says the truth-meskipun pendapat itu benar.

3. Periode speculation and argumentation. Diskusi dan debat diadakan untuk mencari kebenaran. Orang terlalu mendewakan akal dan ketangkasan lidahnya. Benar kalau diterima oleh akal.

4. Periode hypothesis and ezperimentation. Semua peristiwa dalam alam ini dikuasai oleh tata-tata dan mengikuti pola-pola tertentu. Bagi penyelidik diperlukan syarat-syarat sebagai berikut :

a. Kometen.

b. Obyektif.

c. Jujur.

d. Faktual.

e. Terbuka.

B. PENGERTIAN RISET.

1. Riset dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk mengumpulkan mengembangkan, dan menganalisa fakta-fakta mengenai sesuatu masalah.

2. Dapat juga riset diartikan sebagai berikut :

a. Usaha untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip (menemukan/mengembangkan/menguji kebenaran).

b. Dengan cara mengumpulkan, mencatat, dan menganalisa data (informasi, keterangan).

c. Dikerjakan dengan sabar, hati-hati, dan sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan (dengan metode ilmiah).

C. JENIS-JENIS RISET.

Ditinjau dari berbagai segi riset digolongkan sebagai berikut :

Jenis Riset

1. Bidang yang diteliti

a. Riset sosial

b. Riset ilmu pengetahuan

2. Tempat penelitian

a. Riset laboratorium

b. Riset perpustakaan (library)

c. Riset kancah ( field research)

3. Pemakaian

a. Riset murni (pure research, basic researc

b. Riset terpakai (applied research)

4. Tujuan Umum

a. Riset eksploratif

b. Riset defelopmental

c. Riset verivikatif

5. Taraf

a. Riset deskriptif

b. Riset inferensial

6. Proses berlangsungnya prosedur penelitian

a. Riset historis dokumenter

b. Riset eksperimentil

7. Aktifitas yang dilakukan

a. Riset penemuan fakta

b. Riset Interpretasi Kritis

c. Riset lengkap

d. Riset eksploratif bertujuan untuk menemukan prblematik-problematik

e. Riset defelopmental untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.

f. Riset verivikatif menguji kebenaran suatu pengetahuan

Manfaat mempelajari metodologi yaitu :

1. Mengetahui arti pentingnya riset sehingga keputusan-keputusan yang dibuat dalam hidup sehari-hari mungkin didasarkan pada hasil riset, baik di dalam memecahkan persoalan maupun hal baru.

2. Menilai hasil riset, apakah suatu riset dapat dipertanggungjawabkan dan sampai seberapa jauh kebenarannya.

3. Dapat menyusun tesis/skripsi dengan baik karena penyusunan memerlukan cara-cara tertentu yang ilmiah.

D. LANGKAH-LANGKAH RISET

Langkah-langkah tersebut meliputi :

1. merumuskan persoalan dengan jelas.

2. menentukan sumber informasi.

3. menetukan metode pengumpulan data dan cara memperoleh informasi.

4. pelaksanaan riset.

5. pengolahan data.

6. menyusun laporan.

Ada 3 macam pengumpulan data yaitu :

1. Sensus, ialah pencatatan secara menyeluruh terhadap elemen-elemen yang menjadi obyek penelitian (populasi)

1. Kebaikannya : bisa memperoleh nilai sebenarnya (true value)

2. Kelemahannya : makan waktu dan mahal

3. Sampling, mencatat sebagian kecil populasi atau sampel. Yang diperoleh adalah nilai perkiraan (estimate value). Agar perkiraan baik maka sampel harus representatif (mewakili populasi).

4. Case study, yaitu pengumpulan data dengan mengambil beberapa elemen dan kemudian masing-masing elemen diselidiki secara mendalam. Kesimpulan yang ditarik hanya berlaku untuk elemen-elemen yang diselidiki.

E. TAHAP-TAHAP PENELITIAN

1. PERSIAPAN (aktif-negatif)

a. Merumuskan (masalah, tujuan, hipotesa)

b. Menentukan metode penelitian (pola, sampel, teknik pengumpulan data, rencana analisa)

c. Jadwal waktu penelitian

d. Organisasi dan personalia

e. Anggaran biaya

f. Kepustakaan

2. USUL PROYEK PENELITIAN

3. TUGAS LAPANGAN (pasif-positif)

Mengumpulkan informasi sesuai dengan rencana

a. Data sekunder dan primer

b. Observasi dan komunikasi

4. ANALISA ATAU PENGOLAHAN DATA (aktif analitik-aktif kritik)

a. Editing, coding, tabulating

b. analyzing

5. RISET

6. LAPORAN

F. MEMILIH POKOK MASALAH

1. SUMBER POKOK TOPIK

Pokok persoalan suatu riset topik dapat bersumber dari :

a. Mahasiswa sendiri

b. Daftar proyek riset fakultas atau akademi

2. MEMILIH POKOK MASALAH

Empat hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih topik yaitu :

a. Managetic topic

Topik harus terjangkau oleh peneliti setelah mempertimbangkan latarbelakang pengetahuan, kecakapan, dan pengetahuan, apakah semua itu sudah cukup dikuasai. Demikian pula biaya yang dapat memadai.

b. Guna membahas topik cukup tersedia bahan-bahan. Kepustakaan bagi pengembangan hipotesa lengkap.

c. Signivicance of topic

Cukup penting untuk diselidiki, yaitu bahwa suatu tesis atau disertasi yang disusun harus memberikan sumbangan kepada pengetahuan yang ada. Jadi diharapkan tulisan tersebut akan menghasilkan problematik baru dan atau pemecahan baru; bukan sekedar duplikasi (kecuali kalau pengolahan kembali benar-benar diperlukan atau ada rasa puas dengan penelitian sebelumnya). Demikian pula topik itu mempunyai kegunaan praktis yang mendesak dan terhadap hasil penelitiannya banyak orang yang tertarik.

d. Interested topic

Topik dapat mengaktifkan minat yang pasif, tanpa ada hadiah-hadiah yang tersembunyi atas kesuksesan penelitiannya. Menarik minat untuk dibahas dan diteliti, yang timbul dari keinginan ilmiah (scientific truth) bukan karena sikap berperasangka untuk membuktikan ”kebenaran pendapat pribadi”. Sikap berperasangka yaitu anggapan sebelum mengetahui duduk persoalannya (biased attitude). Akibatnya data yang dikumpulkan hanyalah data yang mendukung pendapat pribadi; sedang yang melemahkan atau bertentangan digelapkannya.

G. JUDUL

Umumnya judul ditetapkan setelah diketahui seluk-beluk persoalan sesudah mengadakan orientasi literer maupun empiris. Fungsi pokok judul adalah untuk menunjukan kepada mengenai hakikat obyek penelitian. Waktu memilih judul perlu memperhatikan dua hal yaitu : Kesesuaian judul dengan isi kegiatan penelitian dan Pemakaian kata-kata dalam judul tersebut.

Suatu proposal penelitian memuat hal-hal sebagai berikut.

1. judul

2. tujuan dan kegunaan proyek serta ruang lingkup persoalan yang akan dicakup. Persoalannya dirumuskan, kalau mungkin dalam bentuk hipotesa-hipotesa.

3. research Design serta metode pengumpulan data.

4. Waktu penelitian (periode yang dicakup, kapan mulai dan kapan berakhir)

5. Organisasi penelitian dan personalian yang bertangguna jawab dalam pelaksanaannya.

6. Anggaran biaya, diperinci menurut pos-pos yang penting.

7. istitut atau lembaga yang akan melaksanakan proyek.

H. PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

PENGOLAHAN DATA

Data yang telah dikumpulkan diolah lebih dahulu dan kemudian disajikan dalam bentuk tabel-tabel guna kepentingan analisa. Pengolahan mungkin dikerjakan dengan tangan dan dapat pula dengan komputer. Pengolahan meliputi kegiantan ; editing, coding, dan tabulating.

1. Editing

Data yang masuk (raw data) perlu diperiksa apakah terdapat kekeliruan-kekeliruan dalam pengisiannya barangkali ada yang tudak lengkap, palsu, tidak sesuai, dan sebagainya.

Yang perlu dicek adalah :

a. dipenuhi tidaknya instruksi sampling.

b. Dapat dibaca atau tidak raw data.

c. Kelengkapan pengisian.

d. Keserasian (consistency).

e. Apakah isi jawaban dapat dipahami.

2. Coding.

Yaitu pemberian tanda, simbul, bagi tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama. Tanda harus angka atau huruf.

3. Tabulating

Jawaban-jawaban yang serupa dikelompokan dengan cara yang teratur, kemudian dihitung, dan dijumlah berapa banyak peristiwa atau gejala.

ANALISIS DATA

Sebenarnya coding dan tabulating merupakan titik mula pekerjaan analisis tujuan, analisis di dalam penelitian adalah menyempitkan dan membatasi penemuan-penemuan hingga menjadi suatu data yang teratur serta tersusun dan lebih berarti. Proses analisis merupakan usaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan perihal rumusan-rumusan dan pelajaran-pelajaran atau hal-hal yang kita peroleh dalam proyek penelitian.