Cephal Hematoma (Karena Trauma)


Cephal Hematoma (Karena Trauma)

  1. Pengertian

Cephal hematoma merupakan pembengkakan pada kepala karena adanya penumpukan darah yang disebabkan pendarahan sub periostium (jaringa ikat yang khusus membungkus seluruh tulang). Benjolan ini terlokalisir, dapat tunggal atau lebih dari satu (multiple). Tergantung luasnya benjolan. Benjolan ini kadang-kadang baru hilang sampai berbulan-bulan.

  1. Gejala Dan Tanda

Gejala dan tanda yang sering muncul yaitu:

a. Kepala bengkak dan merah, hal ini karena penumpukan darah pada daerah sub periostium.

b. Batasnya jelas, karena adanya tanda-tanda peradangan.

c. Pada perabaan mula-mula keras lambat laun lunak, karena darah pekat jadi lama-lama menjadi lunak.

d. Menghilang pada waktu beberapa minggu.

  1. Penanganan

Ada yang diberi bethadin atau salep penicilin. Tidak dirawat gabung atau diobserfasi sendiri.

Untuk melakukan penanganan pada kasus cephal hematoma sebagai berikut:

a. Hampir sama dengan caput succedaneum hanya lebih hati-hati jangan sering diangkat dari tempat tidur.

b. Cairan tersebut akan hilang terabsorbsi dengan sendirinya dalam satu minggu. Terabsosbsinya menjadi lama apalagi terjadi jaringan fibroblast.

c. Tidak di aspirasi karena dikhawatirkan akan terjadi infeksi bila kulit ditusuk jarum sehingga terjadi trauma akibat peradangan benda asing.

d. Setelah hematoma lenyap, terjadi hemolisis sel darah merah.

e. Stilumus secara pelan untuk merangsang pembuluh limfe dibawah kulit.

f. Hari pertama kopres dingin, temperatur tidak boleh <>

g. Hari kedua sampai keempat kompres hangat.

h. Hiperbilirubinemia dapat timbul setelah bayi dirumah.

i. Konseling orang tua untuk awasi timbulnya kemungkinan ikterik.

j. Diminta cek RS, pada minggu keempat.

  1. Pathofisiologi

Tidak menyebabkan daya ingatnya menurun.

Cephal hematoma dapat terjadi karena 2 hal yaitu:

a. Pada partus lama (kala I lama, kala II lama), kelahiran janin dibantu dengan menggunakan vacum ekstraksi atau forseps yang sangat sulit. Sehingga moulage berlebihan dan menyebabkan trauma kepala dan selaput tengkorak rupture. Sehingga menyebabkan pendarahan sub periosteum dan terjadi penumpukan darah sehingga terjadi Cephal Hematoma.

b. Pada kelahiran spontan (kepala bayi besar) terjadi penekanan pada tulang panggul ibu. Sehingga moulage terlalu keras atau berlebihan dan menyebabkan trauma kepala dan selaput tengkorak rupture. Sehingga menyebabkan pendarahan sub periosteum dan terjadi penumpukan darah sehingga terjadi Cephal Hematoma.

Karena adanya tekanan yang berlebihan, maka akan menyerap dan terabsorbsi keluar sehingga oudema.

Caput ==> menyilang pada sutura saginalis.

Keterangan:

CSS : Diproduksi oleh pleksus korodeus pada tiap-tiap ventrikel

CSS :

1. Bantalan otak

2. Mempertahankan tekanan LCS (N : 10 – 20 mmHg)

3. Mempertahankan dan memperlancar metabolisme dan sirkulasi darah di otak.

4. Nutrisi jaringan otak. Cairan spinalis berasal dari brain atau otak.

Tampak pada gambar: