SAP CAMPAK

A. Tujuan

1. Tujuan umum

Setelah dilakukan pengajaran selama 1x 25 menit tentang penyakit campak diharapkan mahasiswa memahami dan mengerti segala sesuatu tentang penyakit campak.

2. Tujuan khusus

Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 25 menit, mahasiswa mengerti apa yang disampaikan dengan kriteria hasil:

a. Mahasiswa megetahui pengertian penyakit campak.

b. Mahasiswa mengetahui penyebab penyakit campak.

c. Mahasiswa mengetahui tanda dan gejala penyakit campak.

d. Mahasiswa mengetahui pengobatan dan pencegahan penyakit campak.

B. Materi : Terlampir

C. Kegiatan Belajar Mengajar

NO

TAHAP

WAKTU

KEGIATAN

PENYULUH

MAHASISWA

1

Pembukaan

5 menit

a. Memberikan salam

b. Memperkenalkan diri

c. Menyampaikan tujuan

d. Kontak waktu

a. Menjawab salam

b. Mendengarkan

c. Mendengarkan

d. Menyatujui kontrak waktu.

2

Pelaksanaan

15 menit

a. Menjelaskan isi materi

b. Diskusi

c. Mengevaluasi hasil pembelajaran

a. Mendengarkan dg seksama

b. Partisi pasi aktif

c. Menjawab beberapa pertanyaan yang di berikan

3

Penutup

5 menit

a. Menyimpulkan hasil kegiatan belajar

b. Mengakhiri kegiatan dg mengucapkan salam

a. Peserta memperhatikan

b. Peserta menjawab salam

D. Metode penyampaian:

1. Ceramah

2. Diskusi

E. Media :

1. LCD

2. Laptop

3. Print out materi

4. Ruang kelas

F. Setting tempat

G. Evaluasi

1. Evaluasi Struktur

a. SAP sudah siap satu hari sebelum dilaksanakan kegiatan

b. Media dan tempat siap

c. Persiapan pengajar cukup

d. Pengajar dan mahasiswa siap mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di kelas.

2. Evaluasi proses

a. Media dan tempat dapat di gunakan sesuai rencana

b. Mahasiswa mau atau bersedia untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai yang telah direncanakan

3. Evaluasi hasil

a. 75 % mahasiswa dapat menyebutkan pengertian penyakit campak dengan benar.

b. 75% mahasiswa dapat menyebutkan penyebab penyakit campak dengan benar.

c. 75% mahasiswa dapat menyebutkan tanda dan gejala penyakit campak dengan tepat.

d. Mahasiswa mengetahui cara pengobatan dan pencegahan penyakit campak.

Lampiran

CAMPAK (MEASLES)

A. Pengertian

Campak ( Rubeola, Measles, Morbili ) adalah infeksi virus akut yang sangat menular, ditandai dengan demam, lemas, batuk, peradangan selaput mata serta timbulnya bintik-bintik merah di kulit. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak.

B. Penyebab

Penyebabnya virus morbili (paramiksovirus). Virus ini terdapat dalam darah dan cairan nasofaring pada masa gejala awal (prodromal) hingga 24 jam setelah timbulnya bercak merah di kulit dan selaput lendir. Penularan infeksi terjadi karena menghirup ludah penderita campak. Penderita bias menularkan ionfeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam pada kulit dam selama ruam kulit tersebut masih ada.

Sebelum vaksinasi digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun terutama pada anak-anak usia pra sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

C. Tanda dan gejala

Masa tunas (inkubasi) berkisar sekitar 12-14 hari, referensi lain menyebutkan 10-20 hari. Gejala dibagi menjadi 3 stadium:

1. Stadium awal (prodromal)

Sebelum stadium awal ada masa inkubasi (masa dari kontak dengan virus sampai mulai timbulnya gejala) yang berlangsung kira-kira 10-12 hari. Stadium awal umumnya berlangsung sekitar 4-5 hari, ditandai dengan panas, lemas, nyeri otot, batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), diare karena adanya peradangan saluran pernapasan dan pencernaan.

Pada stadium ini, gejalanya mirip influenza sehingga sulit diagnosa pada stadium ini. Yang khas bila terdapat bercak sebesar ujung jarum (bercak Koplik) di dinding pipi bagian dalam dan penderita pernah kontak dengan penderita morbili dalam 2 minggu terakhir.

2. Stadium timbulnya bercak (erupsi)

Terjadi sekitar 2-3 hari setelah stadium awal.

Ditandai dengan: demam meningkat, bercak merah menyebar ke seluruh tubuh, disertai rasa gatal. Selanjutnya gejala tersebut akan menghilang sekitar hari ketiga. Kadang disertai diare dan muntah.

3. Stadium masa penyembuhan (konvalesen)

Pada stadium ini, gejala-gejala di atas berangsur menghilang. Suhu tubuh menjadi normal, kecuali ada komplikasi. Adanya kulit kehitaman dan bersisik (hiperpigmentasi) dapat merupakan tanda penyembuhan.

D. Komplikasi

Dapat terjadi karena penurunan kekebalan tubuh sebagai akibat penyakit Campak.

Komplikasi yang dapat timbul, antara lain:

1. Bronkopnemonia (infeksi saluran napas)

2. Otitis Media (infeksi telinga)

3. Laringitis (infeksi laring)

4. Diare

5. Kejang Demam (step)

6. Ensefalitis (radang otak)

E. Diagnosa

Diagnosa ditegakan berdasarkan penemuan gejala dan ruam kulit yang khas, pemeriksaan lain yang mungkin di8lakukan adalah:

1. Pemeriksaan darah

2. Pembiakan virus

3. Serologi campak

F. Pencegahan dan pengobatan

Imunisasi ( imunisasi campak untuk bayi diberikan pada umur 9 bulan ). Bisa pula imunisasi campuran, misalnya MMR (measles-mump-rubella), biasanya diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. Imunisasi campak diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif. Vaksin campak mengandung virus campak hidup yang telah dilemahkan. Vaksin campak yang beredar di Indonesia dapat diperoleh dalam bentuk kemasan kering tunggal atau dalam kemasan kering dikombinasikan dengan vaksin gondong dan rubella (campak Jerman) (A.H. Markum, 2002 : 26).

Untuk menentukan minimal pemberian imunisasi dan jadwal imunisasi, ada 2 hal yang perlu diperhatikan yaitu :

1). Distribusi umur mengenai anak yang terserang dan kematiannya.

2). Respon imunologis sehubungan dengan adanya kekebalan bawaan.

Di Indonesia penyakit ini sering menyerang bayi atau anak kecil, imunisasi dianjurkan diberikan pada umur 12-15 bulan (Sudarjat Suraatmaja, 1997 : 39).

Pengobatan campak dapat di kelompokan menjadi dua yaitu:

a. Campak tanpa Penyulit, cukup dengan:

1. Rawat jalan

2. Cukup mengkonsumsi cairan dan kalori

3. Pengobatan simptomatis, artinya mengurangi gejalanya saja.

Contoh diberi obat penurun panas (parasetamol / asetaminofen) jik panas, obat batuk jika penderita batuk, dan lainnya. Yang terpenting adalah memperbaiki keadaan umum.

b. Campak dengan Penyulit:

1. Perlu rawat inap (opname)

Indikasi rawat inap:

a) Hiperpireksia (suhu tubuh >39.0 ÂșC)

b) Dehidrasi (kekurangan cairan)

c) Kejang

d) Sulit makan atau minum

e) Adanya komplikasi