SAP Karsinoma Hepato Seluler (KHS)

I. Latar Belakang

Kanker adalah penyakit yang menyerang segala kelompok usia, tetapi kebanyakan terjadi pada orang yang berusia di atas 65 tahun. Secara keseluruhan, pria mengalami insiden kanker yang lebih tinggi dibanding wanita.

Karsinoma Hepato Seluler (KHS) atau hepatoma merupakan Tumor ganas hari primer yang paling sering ditemukan dibanding tumor ganas hati lainnya, seperti maligna, fibrosarkoma, hemangioma endotelioma. KHS lebih banyak ditemukan pada pria dibanding wanita, rasio 4:1. umumnya diagnosis KHS terlambat ditegakkan.

Tipe karsinoma hati yang paling sering muncul di Indonesia yaitu KHS dan karsinoma kalangioseluler, sedang karsinoma hati sekunder yang paling sering berasal dari karsinoma saluran cerna, payudara, dan paru.

II. Tujuan instruksional

a. Umum

Setelah mengikuti krgiatan penyuluhan pasien dan keluarga diharapkan mengetahui tentang penyakit KHS.

b. Khusus:

Setelah mengikuti proses penyuluhan klien dan keluarga diharapkan mampu menjelaskan:

1. Pengertian KHS secara sederhana dengan benar

2. Penyebab KHS

3. Keluhan yang sering dirasakan pada penderita KHS

4. Tanda dan gejala KHS

5. Pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan penyakit KHS

6. Penatalaksanaan

III. Materi

(terlampir)

IV. Metode

- Ceramah

- Diskusi

- Tanya jawab

V. F. Media

-

G. Kegiatan Penyuluhan

No

Kegiatan

Respon klien/keluarga

Waktu

1

Pendahuluan :

ü Menyampaikan salam

ü Menjelaskan tujuan

ü Apersepsi

- Membalas salam

- Mendengarkan

- Memberikan respon

5 menit

2.

Penjelasan Materi :

a. Pengertian KHS secara sederhana dengan benar

b. Penyebab KHS

c. Keluhan yang sering dirasakan pada penderita KHS

d. Tanda dan gejala KHS

e. Pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan penyakit KHS

f. Penatalaksanaan

- Mendengarkan dan memperhatikan

15 menit

3.

Penutup :

a. Tanya jawab

b. Menyimpulkan hasil penyuluhan

c. Memberikan salam penutup

- Menanyakan hal yang belum jelas

- Aktif bersama dalam menyimpulkan

- Membalas salam

10 menit

VII. Evaluasi

Evaluasi proses :

- Peserta hadir tepat waktu sesuai dengan undangan

- Peserta aktif bertanya dan menjawab mengenai demam berdarah

- Acara berjalan tanpa gangguan

DAFTAR PUSTAKA

- Arif Mansjoer, 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Penerbit Media Aeusculapius FKUI, Jakarta.

- Doenges M.E. at al, 1992, Nursing Care Plan, F.A. Davis Company, Philadelphia.

- Hundak C.M., 1994, Critical Care Nursing, Lippincort Company, Philadelpphia. Kuncara, H.Y., dkk, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth, EGC, Jakarta.

- Soeparman, 1987, Ilmu Penyakit Dalam, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.

MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian KHS

Karsinoma Hepato Seluler (KHS) adalah proses keganasan pada hati. Tumor ganas primer pada hati yang berasal dari sel parenkim atau epitel saluran empedu ata metastase dari tumor jaringan lainnya.

B. Penyebab KHS

Penyebab KHS belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor yang diduga sebagai penyebabnya adalah infeksi/penyakit hati kronik akibat virus hepatitis, serosis hati dan beberapa parasit seperti clonorchis sinencis. Beberapa penyebab KHS antara lain:

1. Virus hepatitis B

Viruis hepatitis B banyak ditemukan sebagai penyebab hepatitis kronik, serosis hati, yang selanjutnya berkembang menjadi KHS. Pada pasien menghidap HBsAg memiliki rasio tinggi terjadi KHS. Pada biopsy penderita KHS banyak ditemukan HBsAg.

2. Sirosis

Kemungkinan timbulnya KHS pada pasien sirosis adalah adanya hyperplasia nodular yang berubah menjadi adenomata multiple dan kemudian berubah menjadi karsinoma multiple.

3. Alfatoxin

adalah mikotoxin yang berasal dari jamur Aspergilus Flavus yang biasa terdapat dalam makanan: kacang tanah, tembakau, dll.

4. Infeksi

Infeksi Clonosiasis dan sistomiasis.

C. Keluhan yang sering dirasakan pada penderita KHS

Pada awalnya pasien tidak merasakan ada keluhan sehingga tidak sadar sampai tumor menjadi besar. Keluhan yang sering disampaikan adalah nyeri tumpul, tidak terus menerus, terasa penuh di perut kanan atas, tidak ada nafsu makan.

D. Tanda dan gejala KHS

1. Klasik: malaise, anoreksia, berat badan turun, nyeri epigastrik, hepatomegali, asites.

2. Demam: menggigil karena adanya perdarahan, nekroses tumor sentral.

3. Abdominal: nyeri perut hebat, mual, muntah, tekanan darah turun.

4. Ikterus: adanya obstruksi ikterus.

5. Metastase: metastase pada organ lain (tulang)

E. Pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan penyakit KHS

Untuk menegakkan KHS, selain anamnesis dan pemeriksaan fisik diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang antara lain:

1. USG: merupakan pencintraan kondisi sel hati tanpa prosedur invasif

2. CT Scan dan angiografi:

Kedua pemeriksaan ini dapat mendeteksi tumor berdiameter > 2 cm. Dengan media kontras lipiodol yang disuntikkan ke dalam arteri hepatika. Lipiodol ini dapat masuk pada nodul KHS.

3. Laboratorium:

- Alkali Pospatase

Pada pasien KHS alkali pospatase meningkat, disebabkan penekanan tumor terhadap jaringan hati sekitar, sehingga terjadi regurgitasi pada aliran darah

- Transaminase

Enzim, SGPT dan SGOT meningkat karena kerusakan jaringan sel hati

4. Paraneoplastik

Manifestasi paraneoplastik yang sering muncul antara lainL:

- Eritrositosis → tumor memproduksi globulin yang berinteraksi dengan eritropoesis stimulating faktor.

- Hiperkalsemia → akibat resorbsi atau kerusakan tilang oleh metastase

- Hiperkolesterolemia → peningkatan sintesis kolesterol oleh sel tumor.

- Alfafetoprotein → sel hati mengalami diferensiasi seperti sel hati pada saat janin.

F. Penatalaksanaan

KHS sulit diobati karena biasanya pasien datang dengan stadium lanjut sehingga telah metastase ke organ lain.

1. Pengobatan non bedah

a. Kemoterapi

Obat sitostatika bukan merupakan pengobatan efektif. Yang banyak digunakan adalah 5-Flurourasil (5 Fu) dan Adriamicin, yang diberikan secara intravena.

b. Radiasi:

Pada umumnya tidak banyak berperan. Sebab sel KHS tidak sensitive terhadap radiasi dan sel hati normal lebih peka terhadap radiasi. Tetapi radiasi dapat mengurangi nyeri, anoreksia, dan kelemahan.

c. Embolisasi

TAE: transcateter hepatic arteri emboliZation yaitu dengan cara menyuntikkan gel foam melalui arteri hepatica. Jaringan tumor yang dilalui arteri tersebut akan mati karena kekurangan O2 dan nutrisi.

d. Drainase bilier perkutan

Untuk membuat pintasan saluran empedu yang tersumbat oleh sel tumor hati. Dapat mengurangi nyeri karena obstruksi cairan empedu.

e. TAI (perchutaneus Alcohol injektin)

Yaitu penyuntikan alcohol secara langsung kedalam tumor dengan tuntunan ultrasonografi.

2. Pengobatan bedah

Seperti pada tumor ganas lain, pengobatan terbaik adalah pembedahan. Pembedahan berhasil baik bila tumor kecik dan belum mengalami metastase. Transplantasi hati dilakukan bila tidak ada cara lain untuk mengatasuI KHS

Prognosis

Pada umumnya prognosis adalah jelek. Tanpa pengobatan biasanya terjadi kematian kurang dari 1 tahun sejak keluhan pertama. Pada KHS stadium dini yang dilakukan pembedahan dan sitostatik, umur pasien dapat diperpanjang 4-6 tahun.