SAP RUMAH SEHAT

I. Latar Belakang

Data Obyektif

- Rumah sebagian besar warga mempunyai ventilasi kurang memadai.

- Tempat pembuangan sampah warga terbuka.

Data subyektif

- Beberapa masyarakat mengatakan kegiatan buang air besar masih dilakukan di sungai karena belum mempunyai jamban.

II. Tujuan

1. Umum

:

Setelah mengikuti proses penyuluhan kesehatan peserta mengenal rumah sehat dan manfaatnya..

2. Khusus

:

Setelah mengikuti proses penyuluhan peserta diharapkan

dapat menjelaskan :

1. Pengertian lingkungan sehat

2. Manfaat lingkungan sehat

III. Garis Besar Materi

1. Pengertian lingkungan sehat

2. Manfaat lingkungan sehat

IV. Metode

· Ceramah

· Tanya jawab

· Diskusi

V. Media

· Leafleat

· Gambar

VI. PENGORGANISASIAN

Penanggung Jawab : Riana Sri Sejati. S.Kep

Penyaji : Effata S., S.Kep

Moderator/MC : Mutik Rosmawati. S.Kep

Materi : Hasmita F, S.Kep & Uray F

Fasilitator : Nafiatun K, S.Kep

Notulen :, Greiska F. Rotti, S.Kep & Tutik Seniwati, S. Kep

VII. Kegiatan Penyuluhan

No

Kegiatan Penyuluh

Waktu

Kegiatan Peserta

1

Pendahuluan

* Memberi salam

* Memberi pertanyaan apersepsi

* Mengkomunikasikan pokok bahasan

* Mengkomunikasikan tujuan

5’

* Menjawab salam

* Memberi salam

* Menyimak

* Menyimak

2

Kegiatan Inti

* Memberikan penjelasan tentang lingkungan sehat

* Memberikan kesempatan peserta untuk bertanya

* Menjawab pertanyaan peserta

25’

* Menyimak

* Bertanya

* Memperhatikan

3

Penutup

* Menyimpulkan materi penyuluhan bersama peserta

* Memberikan evaluasi secara lisan

* Memberikan salam penutup

5’

* Memperhatikan

* menjawab

Referensi

Lampiran Materi

LINGKUNGAN SEHAT

1. Perumahan

Rumah adalah salah satu persyaratan pokok bagi kehidupan manusia.

Syarat rumah yang baik yaitu:

a. Lantai ubin, semen atau kalau lantai tanah haruslah tanah yang dipadatkan sehingga tidak berdebu di musim kemarau dan tidak basah di musim hujan.

b. Ventilasi yang cukup agar aliran udara di rumah tetap segar. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan kurangnya O2 di dalam rumah yang berarti kadar CO2 yang bersifat racun bagi penghuninya akan meningkat sehingga daya tahan sistem pernapasan menurun dan mudah terserang penyakit saluran pernapasan. Selain itu kelembaban rumah akan meningkat yang merupakan media untuk pertumbuhan jamur dan bakteri sehingga memudahkan untuk terserang penyakit kulit.

c. Cahaya, apabila cahaya matahari di dalam rumah kurang maka merupakan tempat yang baik untuk berkembangnya bibit – bibit penyakit. Seyogyanya jalan jalan masuk cahaya luasnya sekurang-kurangnya 15 – 20 % dari luas lantai.

d. Luas bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya karena jika tidak konsumsi O2 akan kurang dan jika penghuninya ada yang terkena penyakit infeksi akan mudah menular pada anggota yang lain.

2. Sanitasi (Jamban)

Dengan bertambahnya penduduk yang tidak sebanding dengan area pemukiman, masalah pembuangan kotoran manusia meningkat. Kotoran manusia merupakan sumber penyebaran penyakit yang multikompleks. Beberapa penyakit yang dapat disebarkan oleh tinja manusia antara lain: tipus, disentri, kolera, bermacam cacing, schistosomiasis, dll.

3. Penyediaan air minum

Air yang digunakan untuk minum sebaiknya dimasak hingga mendidih terlebih dahulu sehingga bakteri yang terkandung di dalamnya mati. Minum air yang belum dimasak dapat menyebabkan penyakit seperti kolera, disentri, diare, dsb. Syarat air minum yang sehat yaitu : tidak berwarna dan tidak berasa (syarat fisik), bebas dari bakteri (syarat bakteriologis), mengandung zat tertentu dalam jumlah tertentu pula (syarat kimia).

4. Pembuangan sampah

Sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat karena dari sampah dapat hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit (bakteri patogen), dan juga binatang serangga sebagai penyebar penyakit seperti lalat, kecoa, semut, serta tikus. Sampah yang tidak dikelola dengan baik selain merusak pemandangan, menimbulkan bau tidak sedap, juga dapat menyebabkan penyakit seperti tipus, kolera, disentri, diare, dll. Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan cara ditanam, dibakar, dijadikan pupuk, dll.

5. Pembuangan air limbah

Air limbah yang tidak dikelola dengan baik dan dibuang sembarangan akan dapat mengganggu kesehatan manusia karena dapat menjadi media penyebaran penyakit, berkembangbiaknya mikroorganisme patogen, nyamuk dan larvanya, bau tidak sedap, mencemari air permukaan, tanah dan lingkungan hidup lainnya.