SATUAN ACARA PENYULUHAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN)

A. Tujuan Instruksional Umum

Setelah mendapat penyuluhan selama 25 menit tentang pertumbuhan dan perkembangan anak sekolah, ibu dan keluarga memahami pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga dapat tercapai tumbuh kembang yang optimal pada anaknya.

B. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mendapat penyuluhan tentang tumbuh kembang pada anak usia sekolah, ibu dan keluarga dapat:

1. Menjelaskan kembali tentang pengertian pertumbuhan

2. Menjelaskan kembali tentang pengertian perkembangan

3. Memberikan contoh perkembangan pada anak usia sekolah/kegiatan pada umur tertentu

4. Menyebutkan kembali tanda-tanda anak yang gagal dalam pertumbuhan dan perkembangan

5. Menyebutkan apa yang harus dilakukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal

C. Materi

1. Pengertian pertumbuhan

2. Pengertian perkembangan

3. Perkembangan pada anak usia sekolah/kegiatan pada umur tertentu

4. Tanda-tanda anak yang gagal dalam pertumbuhan dan perkembangan

5. Apa yang harus dilakukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal

D. Metode

1. Ceramah

2. Diskusi/tanya jawab

E. Kegiatan Belajar Mengajar

No.

Tahap

Waktu

Kegiatan pengajar

Kegiatan peserta

1.

Pembukaan

5 menit

1. Perkenalan

2. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluhan dengan topik yang akan disampaikan melalui review tentang pertumbuhan dan perkembangan.

Memperhatikan dan menanggapi tentang review pertumbuhan dan perkembangan.

2.

Pelaksanaan

10 menit

1. Menjelaskan tentang:

a. Pengertian pertumbuhan dan perkembangan

b. Perkembangan anak usia sekolah /kegiatannya pada usia tertentu

c. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak

d. Upaya yang harus dilakukan untuk mencapai pertumbuhan perkembangan secara optimal

2. Memberi kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas.

3. Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan.

Mendengarkan dan memperhatikan .

Menanyakan hal-hal yang kurang jelas.

Memperhatikan.

3.

Penutup

10 menit

1. Menyimpulkan materi yang telah diberikan.

2. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan.

3. Memberi salam penutup.

Memperhatikan dan menyimak.

Menjawab pertanyaan.

F. Media

1. Leaflet

G. Evaluasi

1. Kegiatan

a. Pengorganisasian

Penyaji : Roro Wulandari

b. Tempat : R. Aster RSMS

c. Hari/tangggal : Jum’at, 20 Mei 2008

d. Waktu : Jam - WIB ( 25 Menit)

2. Proses

a. Audien aktif mendengarkan dan memperhatikan materi.

b. Audien aktif bertanya dan menjawab pertanyaan.

c. Audien memahami isi materi dan akan melaksanakan diet pada anaknya.

d. Pertanyaaan:

1) Apa pengertian pertumbuhan dan perkembangan?

2) Perkembangan apa sajakah pada anak usia sekolah/kegiatan pada umur tertentu?

3) Tanda-tanda apa sajakah jika anak gagal dalam pertumbuhan dan perkembangan?

4) Apa yang harus dilakukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal?

H. Daftar Pustaka

Mansjoer A, 1999, Kapita Selekta Kedokteran Jilid II, Media Aesculapius FK UI Jakarta.

Muscari, M. E., 2005, Panduan belajar keperawatan pediatrik, Edisi 3, EGC, Jakarta.

Potter and Perry, 1993, Fundamental of nursing, Mosby Year Book, Philadelpia USA.

Short J. R. 1994, Penyakit anak Jilid 2, Bina Aksara, Jakarta.

Soetjiningsih. 1995, Tumbuh kembang anak, Lab. Ilmum Kesehatan Anak Universitas Airlangga Surabaya, EGC, Jakarta.

Wong D.L. 1995, Nursing care of infant and children, Fifth Edition, Mosby Year Book, Philadelpia USA.

I. Lampiran

1. Materi pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah

2. Leaflet pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah

TUMBUH KEMBANG ANAK

A. PENGERTIAN

Tumbuh adalah proses bertambahnya ukuran/dimensi akibat penambahan jumlah atau ukuran sel dan jaringan interseluler. Pertumbuhan adalah semua perubahan ukuran tubuh akibat multiplikasi sel atau pertambahan seluler atau bertambahnya ukuran fisik (anatomis) dan struktural tubuh dalam arti sebagian atau seluruhnya.

Sedangkan kembang/perkembangan adalah proses pematangan/maturasi fungsi organ tubuh termasuk berkembangnya kemampuan mental intelegensia serta perlakuan anak. perkembangan adalah bertambahnya kemampuan ketrampilan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Perkembangan merupakan suatu proses yang majemuk yang berlangsung seumur hidup dan merupakan interaksi antara bakat, bawaan, faktor lingkungan dan faktor belajar/latihan dan interaksi dari proses kematangan (peningkatan kemahiran dalam penggunaan fungsi tubuh).

B. JENIS TUMBUH KEMBANG

Tumbuh kembang fisis meliputi perubahan dalam bentuk besar dan fungsi organisme individu. Tumbuh kembang intelektual berkaitan dengan kepandaian berkomunikasi dan kemampuan menangani materi yang bersifat abstrak dan simbolik seperti berbicara,bermain,berhitung dan membaca. Tumbuh kembang sosial emosional bergantung kemampuan bayi untuk membentuk ikatan batin, berkasih sayang, menangani kegelisahan akibat suatu frustasi dan mengelola rangsangan agresif.

C. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG

1. Faktor herediter/bakat/keturunan/konstitusional

Menentukan potensi/kemampuan bawaan atau bakat tumbuh kembang anak yang di bawa sejak lahir, contoh : kecerdasan, kepribadian, keluarga, suku bangsa, jenis kelamin.

2. Faktor lingkungan

Lingkungan ini meliputi aspek fisikobiopsikososial yang dapat berupa :

a. Orang tua : hidup rukun dan harmonis,persiaan jasmani,mental,social yang matang pada saat membina keluarga, mempunyai tingkat ekonomo/kesejahteraan yang cukup, cukup waktu untuk memperhatikan, membimbing dan mendidik anak.

b. Pelayanan KIA dan KB yang cukup untuk perlindungan kesehatan Ibu dan Anak dengan jaringan dan fasilitas yang memadai dalam tenaga, peralatan, anggaran dan mencakup seluruh populasi.

c. Di daerah perkotaan maupun pedesaan diciptakan keadaan yang cukup baik dalam segi-segi : kesehatan, geografis, demografis, sosial ekonomi.

d. Pendidikan di rumah, sekolah, diluar sekolah dan rumah untuk pembinaan perkembangan emosi, social, moral, etika, tanggung jawab, pengetahuan, ketrampilan dan kepribadian.

D. TAHAP TAHAP TUMBUH KEMBANG

Proses tumbuh kembang dimulai sejak sel telur dibuahi dan akan berlangsung sampai dewasa.

1. Tahap prenatal :

a. Masa embrio : mulai konsepsi – 8 minggu

b. Masa tengah fetus : 9 minggu – 24 minggu

c. Masa fetus lanjut : 24 minggu – lahir

2. Tahap postnatal :

a. Masa neonatal : lahir – 1 bulan

b. Masa bayi awal : 1 bulan – 1 tahun

c. Masa bayi lanjut : 1 tahun – 2 tahun

3. Masa anak (wanita : 2-10 tahun, laki-laki : 2-12 tahun) :

a. Masa prasekolah : 2 – 6 tahun

b. Masa sekolah : wanita 6 – 10 tahun, laki-laki 6 – 12 tahun

4. Masa remaja (adolesen) : wanita 10-18 tahun, laki-laki 12-20 tahun

a. Pra pubertas : wanita 10-12 tahun,laki-laki 10-14 tahun

b. Pubertas : wanita 12-14 tahun,laki-laki 14-15 tahun

c. Post pubertas :wanita 14-18 tahun,laki-laki 16-20 tahun

E. SKRINING DAN PENGAWASAN TUMBUH KEMBANG

Pengawasan tumbuh kembang anak dilakukan secara kontinue dengan pencatatan yang baik dimulai sejak dalam kandungan (Ante Natal Care) secara teratur dan pengawasan terutama anak balita.

1. Untuk pertumbuhan anak dengan pengukuran BB dan TB menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS).

2. Untuk perkembangan anak dengan menggunakan DDST (Denver Development Screening Test).

Sedangkan tahap-tahap penilaian perkembangan anak yaitu :

1. Anamnesis

2. Skrining gangguan perkembangan anak

3. Evaluasi penglihatan dan pendengaran anak

4. Evaluasi bicara dan bahasa anak

5. Pemeriksaan fisik

F. TEORI PERKEMBANGAN MENURUT SIGMUND FREUD

1. Fase Oral : 0 – 1 tahun

Keuntungan :

§ Kepuasaan/kebahagian terletak pada mulut

§ Mengisap, menelan, memainkan bibir, makan kenyang dan tidur.

Kerugian :

§ Menggigit, mengeluarkan air liur, marah, menangis jika tidak terpenuhi.

2. Fase Anal : 1 – 3 tahun

Keuntungan :

§ Belajar mengontrol pengeluran BAB dan BAK, senang melakukan sendiri

Kerugian :

§ Jika tidak dapat melakukan dengan baik.

3. Fase Phalic : 3 – 6 tahun

· Dekat dengan orang tua lawan jenis

· Bersaing dengan orang tua sejenis

4. Fase latent : 6 – 12 tahun

· Orientasi sosial keluar rumah

· Pertumbuhan intelektual dan sosial

· Banyak teman dan punya grup

· Impuls agresivitas lebih terkontrol

5. Fase genital

· Pemustan seksual pada genital

· Penentuan identitas

· Belajar tidak tergantung pada orang tua

· Bertanggung jawab pada diri sendiri

· Intim dengan lawan jenis.

Keuntungan : bergroup

Kerugian : konflik diri, ambivalen.

DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer A. 1999, Kapita selekta kedokteran, Jilid II, Media Aesculapius FK UI Jakarta.

Muscari, M. E., 2005, Panduan belajar keperawatan pediatrik, Edisi 3, EGC, Jakarta.

Potter and Perry, 1993, Fundamental of nursing, Mosby Year Book, Philadelpia USA.

Short J. R. 1994, Penyakit anak Jilid 2, Bina Aksara, Jakarta.

Soetjiningsih. 1995, Tumbuh kembang anak, Lab. Ilmum Kesehatan Anak Universitas Airlangga Surabaya, EGC, Jakarta.

Wong D.L. 1995, Nursing care of infant and children, Fifth Edition, Mosby Year Book, Philadelpia USA.