SATUAN PENYULUHAN GIZI PADA IBU HAMIL

I. DASAR PEMIKIRAN

Menu seimbang adalah susunan makanan yang terdiri dari beraneka ragam makanan, yang berguna bagi janin selama kehamilan.

Pada dasarnya masalah gizi timbul karena perilaku gizi seseorang yang salah, yaitu ketidak seimbangan antara konsumsi gizi dan kandungan gizinya. Maka seseorang akan menderita gizi kurang sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan gizinya, maka yang bersangkutan akan menderita gizi lebih akibat dari masalah gizi ganda ini penyakit dapat menyertai penderita gizi kurang atau gizi lebih. Terutama pada ibu hamil yang sangat membutuhkan banyak gizi untuk keperluan dirinya sendiri dan juga janinnya.

Untuk itu perlu diadakannya suatu kegiatan yang bertujuan untuk memberikan informasi baik kepada ibu hamil, sehingga ibu hamil dapat mengerti dan memahami tentang pentingnya asupan gizi bagi ibu hamil.

II. TUJUAN

a. Tujuan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan Ibu hamil dapat mengerti tentang menu seimbang bagi ibu hamil

b. Tujuan Khusus

a Ibu hamil dapat menjelaskan pengertian menu seimbang bagi ibu hamil.

a Ibu hamil dapat menjelaskan komposisi menu seimbang bagi ibu hamil.

a Ibu hamil dapat menjelaskan cara penyusunan menu seimbang bagi ibu hamil.

a Ibu hamil dapat menjelaskan cara pengolahan menu seimbang bagi ibu hamil.

a Ibu hamil dapat menjelaskan makanan bagi ibu hamil.

a Ibu hamil dapat menyebutkan beberapa pesan-pesan bagi ibu hamil.

III. SASARAN PENYULUHAN

Sasaran penyuluhan ini adalah Ibu hamil

IV. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN

Tempat : Puskesmas Kedaton

Hari / Tanggal : Selasa / 24 Juni 2005

Pukul : 09.00 WIB s/d selesai

V. METODE

F Ceramah

F Tanya jawab

VI. ALAT PERAGA

F Leaf leat

F Contoh bahan makanan


VII. STRATEGI PENYULUHAN

A. Kegiatan membuka penyuluhan (10 menit)

Kegiatan

Penyuluh

Pasien

1. Memperkenalkan diri

2. Menjelaskan tinjauan

3. Pre test

- Mengucapkan salam

- Memperkenalkan diri

- Mendata/mengabsen

Ibu-ibu yang hadir.

- Menjelaskan tujuan penyuluhan Keluarga Berencana

- Bertanya untuk mengetahui sejauh mana ibu-ibu mengetahui tentang Keluarga Berencana

- Menjawab

- Memperkenalkan diri kepada penyuluh

- Menjawab pertannyaan yang diajukan penyuluh tentang diri peserta

- Mendengarkan penjelasan tentang tujuan penyuluhan Keluarga Berencana dengan baik.

- Menjawab pertanyaan yang diajukan penyuluh.

B. Kegiatan inti penyuluhan (15 menit)

Kegiatan

Penyuluh

Keluarga

1. Memberikan materi/ ceramah

2. Melakukan peragaan

- Menjelaskan materi tentang kontrasepsi

- Menanyakan materi yang belum dikenal

- Menunjukkan contoh alat kontrasepsi.

- Mendengarkan materi yang diberikan dengan baik

- Bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti

- Memperhatikan materi yang diberikan dengan baik

- Bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti

VIII. EVALUASI

a. Evaluasi pelaksanaan

- Ibu hamil dapat mengikuti penyuluhan dari awall sampai akhir penyuluhan selesai.

- Ibu hamil terlihat antusias dalam mengikuti penyuluhan dengan melakukan tanya jawab.

b. Evaluasi materi

· Ibu hamil dapat menjelaskan pengertian menu seimbang bagi ibu hamil.

· Ibu hamil dapat menjelaskan komposisi menu seimbang bagi ibu hamil.

· Ibu hamil dapat menjelaskan cara penyusunan menu seimbang bagi ibu hamil.

· Ibu hamil dapat menjelaskan cara pengolahan menu seimbang bagi ibu hamil.

· Ibu hamil dapat menjelaskan makanan bagi ibu hamil.

· Ibu hamil dapat menyebutkan beberapa pesan-pesan bagi ibu hamil.

LAMPIRAN MATERI

MENU SEIMBANG IBU HAMIL

I. PENGERTIAN

Menu seimbang adalah susunan makanan yang terdiri dari beraneka ragam makanan, yang berguna bagi janin selama kehamilan.

II. KOMPOSISI

1. Makanan pokok

2. Lauk pauk (Hewani dan nabati)

3. Sayuran

4. Buah-buahan

5. Susu

III. PENYUSUNAN

1. Sumber energi : Padi-padian, lauk hewani 2 – 3 potong, lauk nabati 3 potong, sayuran ½ - 1 mangkok, buah 2 – 3 potong dan nasi.

2. Sumber zat pembangun : Ikan, telur, daging.

3. Sumber zat pengatur : Sayuran dan buah.

IV. PENGOLAHAN MAKANAN

1. Sayuran : Dicuci – dipotong (Agar vitamin tidak terbuang).

2. Saat masak : Jangan terlalu lama (Agar zat gizi tidak rusak/hilang)

3. Buah : Segar (Dicuci)

V. MAKANAN IBU HAMIL

Ä Tri wulan I :

Makanan yang dikonsumsi : Susu, telur, buah-buahan seperti sari buah, jeruk,asinan, sop dan makanan ringan seperti biskuit, crackers.

Ä Tri wulan II :

Makanan yang dikonsumsi : Nasi, roti, singkong, mie, lauk-pauk, sayuran dan buah-buahan berwarna.

· Nasi ½ piring

· Ikan ½ potong

· Tempe 1 potong

· Sayuran 1½ mangkok

· Susu 1 gelas

· Air 2 gelas

Ä Tri wulan III

Jangan makan berlebihan, kurangi makanan yang banyak mengandung lemak dan hidrat arang seperti makanan yang manis dan gorengan.

VI. PESAN-PESAN PENTING IBU HAMIL

Ä Harus makan dan minum lebih banyak dari pada saat tidak hamil

Ä Untuk mencegah kurang darah selama hamil, ibu harus banyak memakan makanan sumber zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, telur, ikan dan daging.

Ä Jangan lupa minum tablet tambah darah satu butir sehari.

Ä Untuk mencegah gigi rontok dan tulang pinggul rapuh, ibu harus banyak makabn makanan sumber zat kapur, seperti kacang-kacangan, telur, ikan teri atau ikan kecil yang dimakan bersama tulangnya, sayuran daun hijau, seperti bayam, daun katu, daun singkong dan susu.

Ä Kenalilah gejala kurang darah (Anemia) selama kehamilan, yaitu pucat, pusing, lemah dan penglihatan berkunag-kunang.

Ä Selama hamil makanlah makanan beraneka ragam setiap hari dalam jumlah yang cukup.

Ä Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar-segar seperti buah-buahan, sari buah, sayur bening dan sayur segar lainnya.

Ä Hindarkan pantangan terhadap makanan, karena akan merugikan kesehatan ibu.

Ä Hindarkan juga merokok dan minum-minuman keras karena akan membahayakan keselamatan ibu dan janin.

Ä Jangan lupa memeriksakan diri kepada bidan atau puskesmas secara teratur agar ibu dan kandungan tetap sehat.

Ä Dapatkan imunisasi TT 2 X selama kehamilan.

Ä Perhatikan kenaikan berat badan ibu selama hamil. Yang normalnya

· Selama Tri Wulan I Þ 700 – 1.400 gram.

· Tri Wulan ke II dan III Þ 350 – 400 gram perminggu

Selama hamil, sebaiknya ibu tidak melakukan pekerjaan berat.